Hai Tanduk, Kenapa Kau Makin Susah Dicari…
October 10, 2010 9 Comments
Pembuat kerajinan di Desa Pucang, Kecamatan Secang, kini mengaku kesulitan memperoleh pasokan bahan baku berupa tanduk kerbau dan sapi. Padahal saat ini, mereka masih harus memenuhi pesanan eksportir dari Pulau Bali, untuk selanjutnya dikirim ke negara Italia.
SAHRUDIN, Secang
Jika sebelumnya para pengrajin itu bisa mendapat kiriman sebanyak 2 atau 3 ton dalam sebulan, kini untuk mendapatkan 1 ton tanduk saja harus menunggu selama 2 bulan. “Memang dari sananya juga sudah susah,” kata Imroni, pemilik usaha kerajinan tanduk di Dusun Karang Kulon RT 02 RW 06, Desa Pucang, Jumat (8/10).
Informasi yang diterima Imroni, sedikitnya pasokan tanduk kerbau dan sapi diakibatkan populasi kedua mamalia itu semakin jauh berkurang. Dengan kata lain, angka kelahirannya lebih kecil dibanding tingkat kematiannya.
“Karena yang kami pakai hanya tanduk kerbau dan sapi rawa, bukan yang diternak,” ujar Imroni. Tanduk kerbau dan sapi ternak, jelasnya, sama saja dengan tanduk kambing atau domba. Tanduk binatang-binatang ternak itu mbedhel (mudah pecah atau retak) karena berukuran kecil dan tipis.
Selama ini, kebutuhan tanduk untuk industri kerajinan milik Imroni selalu dipenuhi oleh pedagang dari Jakarta. Tanduk kerbau ia beli seharga Rp 15 ribu sampai Rp 20 perkilogram. Sedangkan tanduk sapi Rp 9 ribu hingga Rp 12 ribu. Sejak pasokan dari ibukota menipis, Imroni kemudian memesan dari Pulau Kalimantan dan Sulawesi. “Ternyata di Kalimantan dan Sulawesi pun begitu, sudah sedikit,” imbuhnya.
Di kedua pulau tersebut, populasi kerbau dan sapi rawa turun tajam akibat seringnya perhelatan upacara adat dengan menggunakan hewan-hewan ini sebagai kurban atau persembahan. Dari Kalimantan dan Sulawesi, Imroni hanya mendapat kiriman setengah ton tiap bulan.
Beberapa macam kerajinan berbahan tanduk yang dibuat Imroni dan 10 pekerjanya, meliputi penggaruk punggung, centong (pengambil nasi), cepuk (wadah perhiasan), sisir, mangkuk, pipa rokok, sendok serta garpu berukir. Tahun 1997 sampai 2002, melalui jasa seorang eksportir dari Yogyakarta, Imroni masih rutin mengirim kerajinan-kerajinan itu ke Filipina dan Jepang. Nilai ekspor tersebut mencapai puluhan juta rupiah sekali kirim.
Tapi, sejak peristiwa bom Bali tanggal 12 Oktober 2002, semua importir tiba-tiba membatalkan pesanan kerajinan tanduk dari Imroni. Pembatalan itu jelas membuat Imroni dan para pekerjanya kecewa. “Mereka pesan seminggu sebelum bom Bali terjadi. Kami pun bekerja siang malam. Lagipula, dimana hubungan antara bom dengan kerajinan tanduk,” katanya.
Kendati sekarang Imroni masih menerima pesanan dari luar negeri, jumlahnya tak banyak. Ia menyebut, nilai ekspor itu cuma jutaan rupiah. Dalam kurun waktu tertentu, lewat tangan eksportir asal Bali, kerajinan-kerajinan tanduk dari Dusun Karang Kulon pun beredar di pasar-pasar Italia.
Industri kerajinan berbahan tanduk yang dijalankan Imroni sebenarnya merupakan warisan dari orangtuanya, Haji Kumaedi. Usaha tersebut sudah dirintis sejak sekitar tahun 1965. Di Dusun Karang Kulon, rumah Haji Kumaedi mudah dikenali karena terlihat paling megah diantara rumah-rumah yang lain.*




saya ingin menawarkan tanduk kerbau maupun sapi dari sumba.berapa harga yg bapak punya untuk kami.semoga dapat menjalin kerjasama
makasih
hindi
0361 7476371
Pak Hindi, silakan hubungai pemilik usaha tanduk saja: H Kumaedi atau Imroni, di Dusun Karang Kulon RT 02 RW 06, Desa Pucang, Kecamatan Pucang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kebetulan saya hanya memotret dan menulis hasil liputan saya saja. Saya kebetulan juga tidak punya nomor telepon mereka.
saya dari jawa timur mau menawarkan tanduk. tolong hub saya di 085232075252
hub saya di no 085330334890. untuk tanduk sapi
hi, saya memiliki tanduk kerbau dari sumba barat berukuran 3,26 meter panjangnya. Saya berniat ingin mengetahui nilai jual barang koleksi saya. Ada yang bisa membantu saya menilai harga tanduk kerbau koleksi saya?
Saya mencoba meneliti lewat internet tapi infonya terbatas mengenai tanduk kerbau Sumba, yang ada hanya nilai nilai tanduk kerbau dari Toraja.
Mohon pengarahan dan bimbingannya lewat email saya di insutra@yahoo.com
Terima kasih
Untuk kerajinan lain di Pucang bisa dilihat di web kami, Terima Kasih.
hub 022-92671866 untuk tandu domba
bayu,, dari SUMBAR.
saya ingin menjual tanduk kerbau.
kalau bapak berminat silahkan hubungi saya.
Tlp: 081363231707
hans,…Jogja,…Dijual tanduk kerbau, sapi, kulit kambing dan domba,…harga nego,…bisa dalam partai besar, pengiriman tiap bulan,….Hp. 085725772223