Hai Tanduk, Kenapa Kau Makin Susah Dicari…

Photo by Sahrudin

Dengan kapak, pekerja merapikan tanduk yang telah lebih dulu dipanggang dan dipress.

Pembuat kerajinan di Desa Pucang, Kecamatan Secang, kini mengaku kesulitan memperoleh pasokan bahan baku berupa tanduk kerbau dan sapi. Padahal saat ini, mereka masih harus memenuhi pesanan eksportir dari Pulau Bali, untuk selanjutnya dikirim ke negara Italia.

SAHRUDIN, Secang

Jika sebelumnya para pengrajin itu bisa mendapat kiriman sebanyak 2 atau 3 ton dalam sebulan, kini untuk mendapatkan 1 ton tanduk saja harus menunggu selama 2 bulan. “Memang dari sananya juga sudah susah,” kata Imroni, pemilik usaha kerajinan tanduk di Dusun Karang Kulon RT 02 RW 06, Desa Pucang, Jumat (8/10).

Informasi yang diterima Imroni, sedikitnya pasokan tanduk kerbau dan sapi diakibatkan populasi kedua mamalia itu semakin jauh berkurang. Dengan kata lain, angka kelahirannya lebih kecil dibanding tingkat kematiannya.

“Karena yang kami pakai hanya tanduk kerbau dan sapi rawa, bukan yang diternak,” ujar Imroni. Tanduk kerbau dan sapi ternak, jelasnya, sama saja dengan tanduk kambing atau domba. Tanduk binatang-binatang ternak itu mbedhel (mudah pecah atau retak) karena berukuran kecil dan tipis.

Selama ini, kebutuhan tanduk untuk industri kerajinan milik Imroni selalu dipenuhi oleh pedagang dari Jakarta. Tanduk kerbau ia beli seharga Rp 15 ribu sampai Rp 20 perkilogram. Sedangkan tanduk sapi Rp 9 ribu hingga Rp 12 ribu. Sejak pasokan dari ibukota menipis, Imroni kemudian memesan dari Pulau Kalimantan dan Sulawesi. “Ternyata di Kalimantan dan Sulawesi pun begitu, sudah sedikit,” imbuhnya.

Di kedua pulau tersebut, populasi kerbau dan sapi rawa turun tajam akibat seringnya perhelatan upacara adat dengan menggunakan hewan-hewan ini sebagai kurban atau persembahan. Dari Kalimantan dan Sulawesi, Imroni hanya mendapat kiriman setengah ton tiap bulan.

Photo by SahrudinBeberapa macam kerajinan berbahan tanduk yang dibuat Imroni dan 10 pekerjanya, meliputi penggaruk punggung, centong (pengambil nasi), cepuk (wadah perhiasan), sisir, mangkuk, pipa rokok, sendok serta garpu berukir. Tahun 1997 sampai 2002, melalui jasa seorang eksportir dari Yogyakarta, Imroni masih rutin mengirim kerajinan-kerajinan itu ke Filipina dan Jepang. Nilai ekspor tersebut mencapai puluhan juta rupiah sekali kirim.

Tapi, sejak peristiwa bom Bali tanggal 12 Oktober 2002, semua importir tiba-tiba membatalkan pesanan kerajinan tanduk dari Imroni. Pembatalan itu jelas membuat Imroni dan para pekerjanya kecewa. “Mereka pesan seminggu sebelum bom Bali terjadi. Kami pun bekerja siang malam. Lagipula, dimana hubungan antara bom dengan kerajinan tanduk,” katanya.

Kendati sekarang Imroni masih menerima pesanan dari luar negeri, jumlahnya tak banyak. Ia menyebut, nilai ekspor itu cuma jutaan rupiah. Dalam kurun waktu tertentu, lewat tangan eksportir asal Bali, kerajinan-kerajinan tanduk dari Dusun Karang Kulon pun beredar di pasar-pasar Italia.

Industri kerajinan berbahan tanduk yang dijalankan Imroni sebenarnya merupakan warisan dari orangtuanya, Haji Kumaedi. Usaha tersebut sudah dirintis sejak sekitar tahun 1965. Di Dusun Karang Kulon, rumah Haji Kumaedi mudah dikenali karena terlihat paling megah diantara rumah-rumah yang lain.*

About these ads

13 responses to “Hai Tanduk, Kenapa Kau Makin Susah Dicari…

  1. saya ingin menawarkan tanduk kerbau maupun sapi dari sumba.berapa harga yg bapak punya untuk kami.semoga dapat menjalin kerjasama
    makasih

    hindi

    0361 7476371

    Like

  2. Pak Hindi, silakan hubungai pemilik usaha tanduk saja: H Kumaedi atau Imroni, di Dusun Karang Kulon RT 02 RW 06, Desa Pucang, Kecamatan Pucang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
    Kebetulan saya hanya memotret dan menulis hasil liputan saya saja. Saya kebetulan juga tidak punya nomor telepon mereka.

    Like

  3. hi, saya memiliki tanduk kerbau dari sumba barat berukuran 3,26 meter panjangnya. Saya berniat ingin mengetahui nilai jual barang koleksi saya. Ada yang bisa membantu saya menilai harga tanduk kerbau koleksi saya?

    Saya mencoba meneliti lewat internet tapi infonya terbatas mengenai tanduk kerbau Sumba, yang ada hanya nilai nilai tanduk kerbau dari Toraja.

    Mohon pengarahan dan bimbingannya lewat email saya di insutra@yahoo.com

    Terima kasih

    Like

  4. bayu,, dari SUMBAR.
    saya ingin menjual tanduk kerbau.
    kalau bapak berminat silahkan hubungi saya.
    Tlp: 081363231707

    Like

  5. hans,…Jogja,…Dijual tanduk kerbau, sapi, kulit kambing dan domba,…harga nego,…bisa dalam partai besar, pengiriman tiap bulan,….Hp. 085725772223

    Like

  6. Salam Sejahtera semoga sukses selalu. Saya Joni dari SumBar. Saya menjual tanduk kerbau.Kalau Bapak berminat silahkan hubungi saya di : 081275297254 atau 081365106812

    Like

  7. sy dr jember jatim sy butuh tanduk tp yg padat 7cm dan berwana kuning agak kemerahan,agak keijoan,intinya enggak hitam,mungkin temen2 ada stok bisa hubungi sy di 081381777079,trimakasi atas bantuan temen2 smua

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s