Bagor Kresek, Buat Apa…

Bekas wadah pakan ternak berupa bagor kresek, dijual kembali kepada petani sebagai pembungkus sayur yang baru saja dipanen. Usaha ini dilakukan Slamet Aris, warga Dusun Klabaran, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Ngablak.

Bagor kresek bekas wadah pakan ternak, ternyata tetap punya nilai ekonomi. Tak perlu susah-susah mengolahnya menjadi barang bernilai agar dapat menghasilkan uang, melainkan cukup membersihkannya kemudian menjualnya kembali.

SAHRUDIN, Ngablak

Seperti itu pula yang dilakukan Slamet Aris, 52, warga Dusun Klabaran, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Ngablak. Berjualan bagor kresek, bahkan sudah menjadi mata pencaharian utama Aris selama bertahun-tahun.

“Tidak punya lahan kebun, jualan saja,” katanya, Kamis (23/9).

Aris menggelar bagor-bagor kresek bekas di halaman rumahnya. Setelah dicuci bersih, bagor-bagor kresek itu ia jemur. Kalau mencucinya kurang bersih, atau menjemurnya kurang kering, akan keluar bau tak sedap.

“Ya tidak laku nanti. Orang beli ini dari saya kan untuk membawa sayur,” lanjutnya.

Bagor-bagor kresek Aris dapatkan dari peternak seharga Rp 500. Kepada pembeli, ia akan melepasnya dengan harga Rp 700 setiap lembar. “Itu yang bekas,” ucapnya.

Sedangkan harga bagor kresek yang masih baru, ia jual Rp 1.500 perlembar. Bagor kresek bekas ia tata di halaman, bagor kresek yang baru dilipat dan ditata pada rak di dalam rumah.

Kalau hanya menggelar dagangan di rumah, ia hanya akan memperoleh omzet sekitar Rp 150 ribu perhari. Sedangkan jika mau berjualan di STA (Stasiun Terminal Agribisnis) Ngablak, pemasukannya bisa bertambah sebanyak 2 (dua) atau 3 (tiga) kali lipat.

“Apalagi kalau orang sedang banyak panen. Ramai betul,” cetusnya.

Bagor kresek, dibuang sayang, dijual dapat uang...

Di Dusun Klabaran, Aris bukan pemain tunggal. Dia menghitung, ada setidaknya 5 (lima) orang tetangganya yang berjualan bagor kresek seperti dirinya. Setiap hari, mereka harus mencari peternak yang memiliki persediaan bagor kresek bekas pakan hewan.

Dhisik-dhisikan (saling mendahului) dengan penjual bagor kresek yang lain,” pungkas Aris.*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s