Istanto, Peniup Suling dari Secang

Istanto (kanan), peniup suling asal Secang yang bergabung dengan Orkes Melayu Kenarok Salatiga, ketika tampil di Borobudur, beberapa waktu lalu.

Siapa tak kenal OM (Orkes Melayu) Kenarok dari Salatiga. Boleh dibilang, kelompok dangdut ini merupakan yang terbesar sekaligus paling tua di Jawa Tengah. Berdiri sejak 1979, OM Kenarok kini semakin moncer di jagat perdangdutan lokal. Akan tetapi, kendati OM Kenarok bermarkas di Kota Salatiga, sebagian pemain musik berikut biduannya ternyata “diimpor” dari Kabupaten dan Kota Magelang. Salah satu personel yang berasal dari kota gethuk ini adalah Istanto, peniup suling sekaligus backing vocal OM Kenarok.

SAHRUDIN, Secang

“Saya dari Secang, Mas,” kata Istanto, kepada MagelangImages, kemarin. Karena itulah, saat tiba jadwal latihan, ia pun harus mau bolak-balik Secang-Salatiga.

Ketika ditanya penghasilannya sebagai peniup suling di OM Kenarok, Istanto enggan menjawab. Namun yang jelas, dari meniup suling itulah ia mampu menghidupi Risky isterinya, berikut ketiga anaknya Titis Sari Riskiyanti (7), Ninis Dwi Riskiyanti (3,5) dan si bungsu Bima Anggra Riskiyanto yang masih berumur 3 bulan.

“Isteri saya dulunya juga penyanyi dangdut,” sebutnya.

Kini, mereka bersama ketiga buah hatinya tinggal di sebuah rumah yang mungil dan asri di Perumahan Griya Purna Bakti Indah, Secang. “Dapur saya ngebul karena suling,” selorohnya, sembari tertawa.

Istanto mengaku, kemampuannya menyuling ia dapat secara otodidak, bukan dengan bantuan guru atau pelatih secara khusus. Namun demikian, ia lancar betul tatklala ditanya teori bagaimana cara meniup suling.

Katanya, tutup keenam lubang suling dengan jari-jari tangan kanan dan kiri. Kecuali, jempol dan kelingking yang untuk sementara harus nonaktif. Jari-jari tangan kanan menutupi lubang bagian bawah, sedangkan tangan kiri menyumpal lubang suling bagian atas.

Dalam posisi melintang, suling ditiup melalui lubang yang berada “sendirian” di kepala suling. Tiup dalam keadaan semua lubang nada tertutup ujung jari. Kalau bisa berbunyi, maka suling akan mengeluarkan bunyi nada “re”.

“Nada selanjutnya akan didapat dengan membuka jari mulai dari bawah,” terangnya. Jika dibuka satu jari, keluarlah nada “mi”. Buka satu jari lagi, dan akan dihasilkan nada “fa”. Begitu seterusnya…

Akan tetapi, agar peniup memperoleh ketepatan nada, jari-jari perlu lebih dikreatifkan. Misalnya, lubang yang dibuka hanya setengah, atau jari tengah terbuka, sementara jari lain tetap menutup lubang suling.

“Ya, itulah keterbatasan suling sederhana, kita perlu banyak mikir dan dituntut kreatif,” ujar pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 27 November 1974 ini.

Pada suling modern, cara untuk memainkannya sudah dipermudah. Peniup tidak perlu menutup lubang dengan jari, melainkan cukup menekan tombol-tombol klepnya. Penempatan lubang nada pada suling pabrikan juga tak perlu diragukan dan tentu sudah sangat tepat, sehingga tidak ada lagi istilah “fales”. Fasilitas untuk semua nada kromatik telah tersedia, tinggal perlu mengaktifkan ibu jari dan kelingking untuk memainkannya.

“Tapi pada dasarnya, teknik untuk membunyikan suling tetap saja sama, meski suling sederhana telah berubah jadi flute yang moderen, dan bambu sudah berganti metal,” lanjut Istanto.

Seruling-seruling bambu yang selalu menemani Istanto di atas panggung.

Setiap kali pentas, sebuah koper berisi 12 batang suling bambu tak pernah jauh dari tempat Istanto berdiri. Namun, meski jumlahnya sudah mencapai 12 buah dengan ukuran berbeda-beda, ia menganggap suling-suling itu masih kurang lengkap.

Dulu, suling-suling itu dibeli dari pengrajin dan pedagang di kawasan Godean, Yogyakarta. Tapi belakangan, Istanto mencoba berkreasi membuat suling sendiri. Satu-satunya kendala yang dihadapi, bambu khusus untuk membuat suling sudah sangat sulit untuk dijumpai.*

5 responses to “Istanto, Peniup Suling dari Secang

  1. salam kenal mas saya sangat senang bermain serulin dan saya jugak membuat seruling sendiri tapi sudah bnyak seruling saya yang uda jai sayank semua seruling saya fales karna saya gak tau berapa kah ukrang panjang nada tingi dan nada rendah nya..? Thank

    Like

  2. Salam dangdut mania,makasih banyak infonya,,
    menurut pelajaran kesenian,kalo ke’enam lubang seruling ditutup jari,menghasilkan nada “do” nah disitu di jelaskan nada “re”.mohon penjelasan,,,trimakasih banyak,

    Like

  3. Mungkin kalo yg lubang di tutup semua nadanya “do” itu untuk suling yang recorder yang lubangnya ada 7.,., kalo suling bambu kan ada 6.,.,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s