Dusun Tangkil dan Dusun Bojong, Waspadalah…

 

Photo by Sahrudin

Kentongan yang konon dibuat pada tahun 1930an, oleh alm Iskandar, Kepala Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kala itu. Pada masanya, kentongan setinggi 1,2 meter yang dibuat dari batang pohon kelapa ini selalu dipakai sebagai penanda bahaya, manakala Gunung Merapi sedang "batuk". Hingga kini, kentongan tersebut masih dapat dipakai, dan diletakkan di teras rumah Abdullah, Kaur Pemerintahan Kantor Desa Ngargomulyo.

Laporan SAHRUDIN dari Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun

           DUSUN TANGKIL dan Bojong dianggap sebagai dusun yang paling rawan terkena dampak jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus. Kedua dusun yang terletak di lereng barat Gunung Merapi ini, merupakan bagian dari Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Martinus Muji, Sekretaris Desa Ngargomulyo mengatakan, Dusun Tangkil dan Bojong merupakan dusun paling ujung di Kecamatan Dukun. Dibanding dusun-dusun lain di kawasan ini, Tangkil dan Bojong-lah yang yang paling dekat dengan Gunung Merapi.

“Sudah jadi hukum alam, yang paling dekat dengan sumber bencana, biasanya yang paling rawan,” kata Muji, kemarin.

Kedua dusun ini dilalui DAS (daerah aliran sungai) Lamat. Sungai dengan lebar sekitar 5 meter inilah, yang kerap dilalui lahar akibat letusan Merapi. Dari bibir sungai, jarak permukiman warga rata-rata hanya 8 sampai 10 meter.

“Kalau yang lewat Sungai Lamat hanya lahar dingin, tidak masalah. Justru warga akan diuntungkan karena nanti lahar dingin bisa jadi pasir. Persoalannya, kalau yang masuk sungai adalah lahar panas,” ungkapnya. Memang, selama ini aliran lahar panas ke DAS Lamat belum pernah terjadi. Sedangkan lahar dingin yang meleleh dari Gunung Merapi pernah terjadi tahun 2001.

Muji menyebutkan, selalu ada kemungkinan terjadinya luapan jika lahar sampai masuk dan mengalir di DAS Lamat. Dan ini, tampaknya semakin diperparah dengan adanya tanggul di sungai tersebut. Tanggul di DAS Lamat justru diperkirakan berpotensi menahan aliran lahar.

“Bukan tidak mungkin, lahar malah bisa ‘muncrat’ ke darat,” ucapnya.

Photo by Sahrudin

Sekretaris Desa Ngargomulyo, Martinus Muji menunjukkan masker yang telah dibagikan kepada 1.600 penduduk desa. Namun, jumlah ini masih kurang mengingat ada 2.490 jiwa yang menghuni Desa Ngargomulyo. Selain masker, warga juga memerlukan caping untuk melindungi rambut dan kepala mereka dari hujan abu.

Faktor lain yang menyebabkan Dusun Tangkil dan Bojong dipandang sangat rawan, yaitu menyangkut arah. Hal ini, terkait dengan dengan proses evakuasi nantinya. Dari arah Muntilan maupun pusat Kecamatan Dukun, letak Dusun Tangkil dan Bojong ada di sebelah timur. Dari arah yang sama, Gunung Merapi pun ada di sebelah timur.

“Kalau sampai meletus, saat evakuasi kita harus lari ke timur untuk menolong warga. Padahal, kalau kita lari ke timur, berarti kita juga mendatangi arah letusan Merapi,” cetus Muji.

Ditambahkan pula, satu-satunya jalan yang bisa dilalui selama proses evakuasi warga Dusun Tangkil dan Bojong adalah jalan di Dusun Gemer. Padahal, warga Dusun Gemer sendiri pun perlu dievakuasi karena letaknya juga dekat dengan Merapi. Sebagai perangkat desa, Muji hanya berharap, jika evakuasi benar-benar terjadi, semuanya bisa berjalan tertib, tidak saling berebut karena persoalan letak dusun.

“Kalau diurutkan, yang paling rawan nomor satu adalah Dusun Tangkil. Nomor dua, baru Dusun Bojong,” terang Muji. Dia menambahkan, jumlah penduduk Dusun Tangkil tercatat sebanyak 221 orang, dan Dusun Bojong 201 jiwa. Kedua dusun ini masing-masing memiliki luas wilayah 10 ribu meter persegi.

Sebenarnya, persoalan terkait evakuasi di Desa Ngargomulyo bukan hanya terjadi di Dusun Tangkil dan Bojong. Dusun Karanganyar dan Ngandong pun punya masalah sendiri, yaitu soal pilihan jalur evakuasi. “Ada 2 pilihan jalur evakuasi bagi warga Dusun Karanganyar dan Ngandong, yaitu lewat Desa Keningar, atau Sungai Lamat. Tapi dua-duanya tidak ada yang bagus, malah berbahaya,” ungkap Muji.

Dia katakan, apabila evakuasi warga Dusun Karanganyar dan Ngandong dilakukan lewat jalan Desa Keningar, hambatan akan muncul karena kondisi jalan rusak berat hingga kini. Sedangkan jika dilakukan lewat Sungai Lamat, ancaman aliran lahar panas dapat terjadi sewaktu-waktu.*

One response to “Dusun Tangkil dan Dusun Bojong, Waspadalah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s