Sibuknya Pak Kades Yatin…

Photo by Sahrudin

Yatin, Kepala Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Tidak berlebihan jika orang menyebut Yatin sebagai salah satu kepala desa paling sibuk saat ini. Gunung Merapi yang sudah berstatus “waspada”, membuatnya harus terlibat dalam berbagai pertemuan dan koordinasi rencana proses evakuasi. Belum lagi, tugas-tugas rutinnya sebagai kepala desa, termasuk ngurusi pemilihan beberapa kepala dusun dan perangkat desa, yang akan berlangsung pada pertengahan Oktober ini.

SAHRUDIN, Dukun

Satu hari, Yatin mesti menerima sejumlah tamu dari kalangan NGO (nongovernment organization, organisasi nonpemerintah) di bidang kemanusiaan, sosial maupun kesehatan. Hari lain, ia kudu terlibat dalam perencanaan dan pembahasan proses evakuasi Merapi, andai gunung tersebut benar-benar meletus dalam waktu dekat.

“Ini juga mau ada pemilihan kepala dusun dan perangkat desa bulan Oktober ini. Meski sudah ada panitia sendiri, saya kan tidak bisa lepas tangan begitu saja,” tutur pria kelahiran 31 Agustus 1973 ini. Risiko orang jadi kepala desa, lanjut Yatin, acapkali ia harus ikhlas mengesampingkan urusan keluarga dan rumah tangganya sendiri, demi kepentingan lebih banyak orang.

Yatin adalah Kepala Desa Ngargomulyo di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Sudah 3 tahun ia memimpin desa seluas 946 hektare itu. Perawakannya yang kecil (tinggi badannya 154 sentimeter) nyatanya tak membuat ia kehilangan wibawa di hadapan 2.490 orang warganya.

“Saya masih muda, lho. Tapi sekarang sudah dipanggil Pak Lurah,” katanya.

Dia menyebutkan, dibanding desa-desa lain di Kecamatan Dukun, Desa Ngargomulyo merupakan desa yang paling dekat dengan puncak Gunung Merapi. Karena paling dekat itulah, setiap warga harus lebih waspada ketimbang warga di tempat lain. “Kalau warga saja begitu, saya harus lebih siap dan tanggap,” tandas bapak 1 anak ini.

Menurut Yatin, ada 2 macam bahaya letusan Gunung Merapi. Bahaya tersebut, yakni ancaman primer, ancaman sekunder dan ancaman tersier. Ancaman primer mencakup awan panas, lava pijar dan abu. Ancaman sekunder adalah banjir lahar, serta ancaman tersier berupa kerusakan lingkungan.

Tak ada yang tahu kapan Gunung Merapi bakal meletus. Sehingga, aparat dan relawan mesti siap siaga selama 24 jam. Semua pihak mulai aparat di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, termasuk warga dan relawan, harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Kalau ternyata bencana itu datang, ia sudah berulang-ulang meminta warganya segera mengungsi terlebih dulu ke TPS (tempat pengungsian sementara) di 13 titik di Desa Ngargomulyo. Ia mencatat, ada 2 dusun yang dipantau secara khusus karena letaknya paling dekat dengan puncak Merapi, yaitu Dusun Tangkil dan Dusun Bojong.

“Sebenarnya ada lagi yang kita beri perhatian ekstra, Dusun Gemer, Dusun Karanganyar dan Dusun Ngandong,” papar alumni SMA Bambu Runcing Muntilan tahun 1994 ini.

Beberapa waktu sebelumnya, ketika baru mendapat pemberitahuan tentang naiknya status Merapi, ia langsung melakukan koordinasi dengan perangkat desa serta para tokoh masyarakat. Pengumuman langsung dilakukan kepada masyarakat melalui kepala dusun masing-masing.

“Diharapkan, masyarakat sudah siap sejak dini bila kondisi Merapi makin memburuk atau terjadi bencana erupsi. Terutama, bagi masyarakat yang tinggal di KRB (kawasan rawan bencana),” tegas suami Triyana Aryani (32) itu.

Sekalipun sibuk, ternyata Yatin tak pernah lupa adanya pasal 101 Undang-undang Nomor 22 tahun 1999. Di sana, disebutkan tugas dan kewajiban kepala desa, yaitu memimpin penyelenggaraan pemerintah desa, membina kehidupan masyarakat desa dan membina perekonomian desa.

Ditambah lagi, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa, mendamaikan perselisihan masyarakat di desa, serta mewakili desanya di dalam dan diluar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya. “Semua yang saya lakukan, mudah-mudahan tidak ada yang melenceng dari aturan itu,” katanya.

Sebagai kepala desa, Yatin memang baru pertama kali dihadapkan pada persoalan rencana evakuasi Merapi. Namun karena ia lahir dan besar di Ngargomulyo, ontran-ontran macam ini sudah jadi menu rutin dalam kurun waktu tertentu. “Jadi kepala desa di lereng Merapi, harus ngerti soal gunung,” ujarnya, mengakhiri pembicaraan.*

One response to “Sibuknya Pak Kades Yatin…

  1. salut deh buat pak yatin…..temen dulu waktu di muntilan…tapi belum sempat ketemu beliau lama….dr. khanif.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s