Gugurnya “Bung” Gatotkaca…

Photo by Sahrudin

Pertunjukan wayang kulit oleh Ki Hadi Susilo dari Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Cabang Magelang, di Gandok Sawitri, Hotel Pondok Tingal Borobudur, Sabtu (23/10). Malam itu, Ki Hadi Susilo mambawakan lakon tentang gugurnya Gatotkaca.

Ajal Raden Gatotkaca telah ditetapkan malam itu. Ia pun pasrah terhadap keputusan dewata. Arwah Kalabendana datang, lalu menusuk pusar Gatotkaca. Ksatria Pringgandani itu tewas seketika.

SAHRUDIN, Borobudur

Seperti bulan-bulan sebelumnya, pertunjukan wayang kulit di Gandok Sawitri, Hotel Pondok Tingal Borobudur, Sabtu malam (23/10), selalu disesaki penonton. Jumlahnya sekitar 100 orang, kebanyakan laki-laki, dan tua-tua. Mereka duduk di kursi-kursi yang disusun serupa huruf U atau U shape.

Di bagian tengah, para niyaga alias penabuh gamelan, berjumlah 23 orang. Di sisi barat, 3 pesinden muda duduk bersimpuh pada sebuah panggung kecil.

Ini adalah pertunjukan wayang kulit yang ke-169. Artinya, sudah 169 bulan Hotel Pondok Tingal menggelar kesenian tradisional yang kerap dipandang “serius” dan hanya milik orangtua itu. Dalang Ki Hadi Susilo dari Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Cabang Magelang, malam itu membawakan lakon berjudul Kidung Praloyo Sang Senopati.

“Ini adalah cerita tentang gugurnya Raden Gatotkaca,” kata Ardhi Gunawan, Kepala Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Pepadi Cabang Magelang.
Dikisahkan, Gatotkaca dikirim kaum Pandawa untuk menghadang serangan para Kurawa. Gatotkaca dipilih karena ia punya kutang Antrakusuma, yang mampu memancarkan cahaya benderang untuk mengaburkan pandangan lawan.

“Pertempuran malam itu berlangsung mengerikan,” kata Ardhi. Gatotkaca berhasil menewaskan sekutu Kurawa yang bernama Lembusa. Ksatria Pringgondani itu kemudian berhadapan dengan Karna, pemilik senjata Kuntawijaya. Satu-satunya cara agar selamat dari senjata Kuntawijaya, Gatotkaca harus menciptakan kembaran dirinya.

“Sebenarnya, ada seribu kembaran Gatotkaca. Tapi dalam pertunjukan wayang, seribu wayang dipegang 2 tangan dalang kan tidak mungkin. Jadi dalang hanya memakai 3 wayang kembaran Gatotkaca,” jelas Ardhi.

Singkat cerita, Karna kebingungan dan tak juga mampu mengenali sosok asli Gatotkaca. Tapi berkat petunjuk ayahnya, yaitu Batara Surya, Karna berhasil menemukan Gatotkaca yang sesungguhnya, dan langsung melepaskan senjata Kuntawijaya ke arah musuhnya. “Gatotkaca mencoba menghindar, dengan cara terbang setinggi-tingginya,” terang Ardi, menggebu-gebu.

Tiba-tiba, muncul arwah Kalabendana. Ia menangkap senjata Kuntawijaya, tapi bukan untuk menyelamatkan nyawa Gatotkaca. Arwah Kalabendana menyampaikan kabar dari kahyangan, bahwa ajal Gatotkaca memang telah ditetapkan malam itu.

“Gatotkaca hanya bisa pasrah terhadap keputusan dewata,” lanjut Ardhi. Tetapi sebelum mati, Gatotkaca berpesan supaya mayatnya masih bisa digunakan untuk membunuh musuh. Kalabendana setuju, lantas menusuk pusar Gatotkaca dengan senjata Kuntawijaya.

Gatotkaca tewas seketika. “Tapi dengan pusaka yang masih tersimpan dalam perutnya,” ucap Ardhi. Arwah Kalabendana kemudian melemparkan mayat Gatotkaca ke arah Karna. Karna melompat, sehingga lolos dari maut. Namun kereta yang ia tunggangi hancur berkeping-keping tertimpa tubuh Gatotkaca yang meluncur kencang dari angkasa.

“Akibatnya, pecahan-pecahan kereta itu melesat ke segala arah, dan menewaskan ribuan prajurit Kurawa yang ada di sekitarnya,” pungkas Ardi. Inti dari cerita berjudul Kidung Praloyo Sang Senopati adalah, tak ada kekuatan yang benar-benar abadi di muka bumi ini. Sekuat dan sesakti apapun seseorang, ia tidak akan mampu menghindar dari ajal.*

2 responses to “Gugurnya “Bung” Gatotkaca…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s