Tetap Pilih Padi “Nempatan”

Photo by Sahrudin

Buruh tani di Dusun Banar, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan sedang menanam bibit padi "nempatan" alias IR-64.

DI BEBERAPA daerah, benih padi IR-64 memang tidak lagi direkomendasikan. Alasannya, masa panen hanya 3 kali setahun. Jenis padi ini pun dinilai kurang tahan terhadap hama.

Namun, sejumlah petani di Kecamatan Mertoyudan ternyata punya anggapan lain. Menurut mereka, frekuensi panen IR-64 yang hanya 3 kali setiap tahun sudah ideal. Soal ketahanan terhadap serangan hama, itu pun tergantung musim dan kondisi lahan.

“Panen 3 kali setahun itu sudah cukup. Yang penting hasilnya banyak, beras rasanya enak. Selama ini saya tanam padi nempatan (IR-64), tidak ada masalah,” kata H Anshori Manaf, petani di Dusun Banar, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Selasa (12/10).

Menurut dia, pendapat bahwa padi IR-64 tak tahan terhadap serangan hama, tidak sepenuhnya benar. Apalagi selama ini, sawah-sawah di Desa Deyangan sudah dikenal “bebas tikus”. “Wereng hijau, wereng coklat, hanya sedikit. Berarti padi nempatan itu tahan,” jelasnya.

Anshori justru suka menanam IR-64 karena batangnya kuat, terbukti tahan rontok dan tahan rebah. Selain itu, warna gabahnya kuning bersih. Padi yang dihasilkan punya aroma yang khas, serta rasanya yang dianggap pulen.

Photo by SahrudinSiang itu, Anshori bersama 14 buruh tani sedang menanam bibit IR-64 di lahan seluas 2.300 meter persegi. Jumlah bibit yang ditanam sebanyak 16 bentel atau lebih dari 25 ribu batang. Bibit-bibit itu berasal dari 4 kilogram gabah.

Padi IR-64, kata Anshori, dapat dipanen pada umur 105 hari. Umumnya, gabah yang dihasilkan dari lahannya mencapai sekitar 1,2 ton, jika selama perawatan diberi asupan urea. Hasil ini masih dapat ditingkatkan menjadi 1,5 ton, jika pupuk yang digunakan berupa campuran antara urea, phonska dan KCL.

Sebenarnya, Anshori bukannya tidak berminat pada jenis padi lain. Ia justru ingin mencoba padi hibrida. Sayangnya, tak banyak informasi yang ia dapat mengenai jenis padi ini. “Daripada ragu-ragu, lebih baik saya tanam yang pasti dulu saja,” ucapnya. Anshori yakin, kebanyakan petani di Kabupaten Magelang masih menanam padi nempatan. [Sahrudin]

One response to “Tetap Pilih Padi “Nempatan”

  1. Wah cara tanamnya kurang profesional
    masih harus pake garis
    coba lihat di Dusun Carikan Deyangan Kecamatan Mertoyudan maka anda akan menemui tehnik jitu cara menanam padi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s