Lebih Nyaman di Bak Truk!

Photo by Sahrudin

Pariyem, pengungsi asal Dusun Gondangsari, Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, yang memilih tinggal di dalam bak truk ketimbang di dalam bangunan Gudang Bulog Mertoyudan.

Mereka lebih suka tinggal di dalam bak truk, bukan karena gedung sudah penuh pengungsi. Tidur di bak truk beratap terpal, dirasakan lebih tenang dan nyaman. Kalau siang sejuk, kalau malam hangat. Serasa tinggal di dalam sebuah rumah dengan dinding dan lantai dari papan.

SAHRUDIN, Mertoyudan

Belasan truk berjejer diantara 2 bangunan yang terdapat di Gudang Bulog Mertoyudan. Sekilas, truk-truk yang semuanya beratap terpal itu terlihat kosong. Orang akan mengira, sekitar 3.500 pengungsi yang berasal dari belasan dusun di lereng barat Merapi itu, seluruhnya tinggal di dalam Gudang Bulog.

Tapi, tengok saja isi salah satu bak truk. Di dalamnya, akan terlihat macam-macam barang bawaan milik pengungsi, termasuk pakaian yang bergelantungan pada beberapa lajur tali. Di situ, mungkin ada pula satu atau beberapa pengungsi sedang tertidur nyenyak.

“Di dalam truk lebih enak. Di gedung terlalu banyak orang. Tidak enak,” kata Pariyem, pengungsi asal Dusun Gondangsari, Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, Selasa siang (9/11). Di dalam sebuah bak truk warna kuning yang terparkir di sebelah utara bangunan belakang Gudang Bulog, Pariyem tinggal bersama 5 orang lainnya. Dua orang diantaranya adalah balita, masing-masing berumur 1,5 tahun dan 2,7 tahun. Salah satunya terlihat sedang disusui ibunya.Photo by Sahrudin

“Masih ada tempat sebenarnya dalam gedung. Tapi di truk saya lebih mudah tidurnya,” ujar Priyanto, pengungsi lain yang tinggal satu bak truk dengan Pariyem. Kendati umumnya ukuran bak truk hanya 185 x 155 sentimeter, namun mereka mengaku tetap leluasa beraktivitas di dalamnya. “Asal jangan lari-lari di sini,” lanjut Priyanto, bercanda. Ia juga menyebutkan, barang-barang bawaan lebih aman berada di dalam truk ketimbang diletakkan di tengah ribuan orang.

Beda pengungsi beda selera. Pariyem, Priyanto dan beberapa pengungsi lain, boleh saja lebih menyukai tinggal di dalam bak truk. Namun bagi Yunan, pengungsi asal Dusun Jamburejo, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, tinggal di dalam gedung tetap saja paling nyaman. “Kalau ada pemberitahuan apa-apa dari petugas, orang di gedung lebih cepat tahu. Kita lebih bisa bergaul dengan orang lain. Kita bisa tahu apa-apa kalau sering bicara dengan banyak orang,” ucap Yunan.

Pariyem menuturkan, berada di dalam bak truk selama di pengungsian, rasanya seperti tinggal di dalam rumah kayu. Meski beratap terpal plastik, tapi ia tak merasakan hawa panas di siang hari. “Kalau malam baru hangat. Tapi gelap, tidak ada lampu,” katanya. Sebab itulah, dalam sebuah bak truk sewajarnya hanya diisi orang-orang yang punya ikatan keluarga. Posisi tidur pengungsi yang memilih tinggal dalam bak truk, juga tak sebebas dibanding tinggal di dalam gedung atau tempat yang luas.

Sebelum direlokasi ke Gudang Bulog Mertoyudan, Pariyem dan ratusan pengungsi lain asal Kecamatan Srumbung terlebih dulu tinggal di TPA (Tempat Pengungsian Akhir) di Lapangan Desa Jumoyo, Kecamatan Salam. “Kami baru 3 hari di sini,” ungkap perempuan berumur 57 tahun ini. Ketika ditanya, tempat pengungsian mana yang lebih nyaman, ia malah tertawa. “Namanya ngungsi ya tidak ada yang enak,” jawab Pariyem.

Photo by SahrudinIa berharap, Gunung Merapi segera normal kembali. Di pengungsian, ia samasekali tak bisa mencari uang. Sebelum mengungsi, setiap hari Pariyem membantu suaminya bekerja sebagai buruh di beberapa bidang kebun salak milik tetangganya. “Paling enak hidup dengan hasil kerja sendiri. Tidak enak makan dari pemberian orang,” tandasnya.*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s