Ditubruk Anjing, Tiga Orang Terkapar

Malang benar nasib ketiga pengendara motor ini. Gara-gara seekor anjing, mereka terkapar di Jalan Pemuda Barat, Dusun Tejowarno, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kamis siang (20/1) sekitar pukul 09.50 WIB. Beberapa bagian tubuh mereka luka-luka.

..:: SAHRUDIN, Muntilan ::..

Photo by Sahrudin

A resident of Tejowarno of Tamanagung Village, Muntilan Subdistrict of Magelang Regency treat Darli, who had fallen after a dog struck his left shoulder while he was riding his motorbike, Thursday (January 20th 2011) around 9.50 AM.

Ketiga korban tersebut, masing-masing bernama Darli, Rusmiyanto dan Siswanto. Darli mengendarai Honda GL 100 bernomor H 4295 EW, sedangkan Rusmiyanto yang berboncengan dengan Siswanto kakaknya, menaiki Honda Vario AA 5133 HK.

Darli adalah warga Dusun Gedowo RT 1 RW 13 Desa Rejosari, Kecamatan Bandongan. Rusmiyanto dan Siswanto warga Jagoan, Kelurahan Jurangombo, Kecamatan Magelang Selatan.

Saksi mata menuturkan, Darli yang sedang melaju dengan motornya dari arah Magelang, tiba-tiba ditubruk seekor anjing tepat pada bahu kirinya. Tentu saja Darli kaget. Motor GL 100 miliknya oleng ke arah kanan (tengah jalan), dan langsung disambar Honda Vario yang dikendarai Rusmiyanto dan Siswanto.

Kecelakaan hebat tak terhindarkan, sebab Honda Vario melaju cukup kencang, dan menghantam bagian depan motor Darli. Ketiga pengendara itu pun bergelimpangan di atas aspal.

Baik Darli, Rusmiyanto maupun Siswanto, sama-sama mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Jaket dan celana Darli robek-robek. Setelah terjatuh, pedagang deklit (terpal) yang hendak berjualan di Muntilan itu tidak bisa langsung bangun. Untuk beberapa saat, ia seperti pingsan.

Setelah sadar, ia langsung menangis. Ia berharap pemilik anjing yang telah menubruknya itu mau bertanggung-jawab.

Photo by SahrudinRusmiyanto, korban lainnya, tak lama setelah jatuh langsung bisa berdiri. Sebuah luka cukup besar menganga di atas siku kirinya. Justru Siswanto yang terlihat paling parah akibat tabrakan itu.

Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu, sempat kebingungan menyaksikan Siswanto yang tak kunjung bangun. Bibir bagian atasnya mengalami luka cukup serius akibat tergores aspal. Luka-luka di tubuh Siswanto lebih banyak ketimbang dua korban lainnya.

Oleh warga, Darli diambilkan obat dari Klinik Bedah dr Sutikno, yang kebetulan dekat dengan lokasi kecelakaan. Sedangkan Rusmiyanto dan Siswanto dibawa masuk ke klinik tersebut.

Warga menuturkan, kejadian tersebut merupakan yang ketiga kalinya. “Anjing itu tidak hanya mengejar, tapi juga menubruk,” kata Surahman, warga setempat.

Surahman bahkan langsung jengkel kepada pemilik anjing yang sudah membuat orang lain celaka. “Di sini tidak ada orang pelihara anjing, cuma dia saja. Saya dulu sudah ingatkan. Tidak usah pelihara anjing,” katanya, dengan nada tinggi.

Surahman, juga warga lainnya, bahkan sempat mengancam akan mengerahkan pemuda setempat untuk memaksa pemilik anjing untuk tidak lagi memelihara binatang buas itu.

Photo by SahrudinTak berapa lama, pemilik anjing yang bernama Asri, tiba di tempat kejadian. Asri diam saja tatkala Surahman berbicara kepadanya dengan nada tinggi.

Justru yang kemudian sial adalah Darli. Tatkala ia masih terduduk diliputi rasa sakit, Rusmiyanto tiba-tiba mendatanginya dan langsung minta ganti atas kerusakan Honda Varionya.

“Aku tidak mau tahu. Pokoknya aku pulang nanti, motornya sudah harus bagus lagi,” bentak Rusmiyanto, kepada Darli. Rusmiyanto beralasan, tabrakan terjadi karena motor Darli menyerong ke tengah jalan, sehingga ia yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi, tak bisa menghindar dan langsung menabrak.

“Aku tidak mau tahu. Kalau mau berunding dengan pemilik anjing, itu urusan kamu. Yang aku tahu, motorku bagus lagi. Kalau tidak, aku bawa urusan ini ke polisi,” hardik Rusmiyanto.

Meski dibentak-bentak dan diancam dilaporkan polisi, Darli tetap diam saja. Ia terlihat begitu kesakitan, sampai-sampai berdiri pun sepertinya sudah tak sanggup.

Photo by SahrudinWarga Dusun Tejowarno mencoba mendinginkan amarah Rusmiyanto. Mereka menjelaskan, bahwa kejadian itu adalah musibah, yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Yang salah dalam peristiwa itu bukanlah Darli, melainkan anjing yang lebih dulu menubruk bahu Darli.

Sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh kejelasan, apakah petugas kemudian ikut turun tangan dalam kejadian itu. Atau, masalah tersebut bisa selesai dengan cara kekeluargaan, yakni dengan melibatkan si pemilik anjing.

Yang jelas, warga Dusun Tejowarno yang sejak awal memberikan pertolongan kepada ketiga korban, lebih menyarankan agar musibah tersebut dapat dirampungkan dengan cara damai.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s