Jelang Nyepi di Magelang…

Oleh: Sahrudin

BERBAGAI persiapan dilakukan umat Hindu Dharma di Kabupaten dan Kota Magelang, untuk menyambut dan merayakan Nyepi 1933 Caka yang jatuh pada Sabtu (5/3). Di Pura Wirabuana Akademi Militer yang terletak di Jalan Sarwo Edhie Wibowo, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, mereka terlihat sibuk merangkai beragam sesaji, kemarin (3/3) sore.

Sesaji Nyepi Hindu Kwangen Wirabuana Magelang

Sersan Taruna Komang Agus merangkai kwangen di Pura Wirabuana di Jalan Sarwo Edhie Wibowo, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kamis (3/3). Kwangen merupakan salah satu bentuk sesaji, yang akan menjadi bagian dari perlengkapan sembahyang menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (5/3).

“Yang saya buat ini, namanya kwangen,” kata Sersan Taruna Komang Agus. Ia adalah taruna tingkat dua di Akademi Militer. Kwangen, jelas Komang, adalah salah satu bentuk sesaji yang dirangkai dan dibungkus dengan daun pisang, berbentuk kerucut.

Di dalam kwangen, kata dia, ada beragam bunga-bungaan. Pagi ini, Jumat (4/3) kwangen-kwangen itu akan dibawa ke Candi Prambanan, sebagai perlengkapan sembahyang mecaru se-Jawa Tengah dan Jogjakarta. “Mecaru yaitu upacara untuk menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam lingkungan sekitarnya,” tutur Komang.

Selain Komang, kemarin sore di Pura Wirabuana juga terlihat belasan orang, laki-laki dan perempuan, yang juga tampak sibuk menyelesaikan beberapa macam sesaji, hingga kelontong ketupat.

Sebelumnya, di tempat yang sama, ratusan umat Hindu Dharma melakukan upacara melasti, yang dipimpin Jero Mangku Wayan Kadek. Upacara melasti biasanya dilakukan tiga atau empat hari sebelum Hari Raya Nyepi tiba.

Bunyi gamelan khas Bali dari Pura Wirabuana yang mengiringi pelaksanaan ritual itu, terdengar hingga radius beberapa ratus meter. Upacara melasti ditandai pula dengan pengambila tirta (air) di mata air Tuk Mas di Desa Lebak, Kecamatan Grabag.

Setelah melasti, upacara berikutnya yang harus dilaksanakan adalah mecaru dan tawur kasanga, yang bertempat di Candi Prambanan di Kabupaten Klaten. Umat Hindu dari Jawa Tengah dan Jogjakarta berkumpul di candi tersebut sehari sebelum Nyepi tiba.

“Dari Magelang, kami berangkat dengan tiga buah bus. Dua bus dari Akmil, satu bus dari SMA Taruna Nusantara,” ujar Ketut Kariade, Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Magelang. Sepulang dari Candi Prambanan, umat Hindu di Magelang kembali melaksanakan sembahyang pengrupukan atau malam Nyepi di Pura Wirabuana, sampai kira-kira pukul 20.00 WIB.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s