Dilempar Topi, Melinda Marah

Melinda Cinta Satu Malam

PEDANGDUT Melinda marah-marah ketika seorang penonton melempar topi ke panggung. Dengan suara keras, ia meminta polisi untuk menangkap pemuda tersebut. Penyanyi bernama asli Eka May Linda itu datang ke Lapangan Dusun Kujon, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (24/6/2011) malam, bersama sebuah perusahaan rokok besar.

SAHRUDIN, Borobudur

“Saya bisa tuntut kamu! Pak polisi, tolong tangkap dia!” teriak Melinda dari atas pentas. Ia menunjuk-menunjuk seorang pemuda, yang ia lihat telah melemparkan sebuah topi ke arahnya.

Sejurus kemudian, beberapa petugas dari Kepolisian Resor Magelang sigap menarik anak muda itu. Ia ditarik dan dipaksa melompat pagar barikade di muka panggung.

“Jangan dipukuli. Tangkap saja. Tidak usah dipukuli,” lanjut perempuan kelahiran Jakarta, 29 Mei 1982 itu, masih dengan nada lantang. Tapi tentu saja, permintaannya agar polisi tak memukuli pemuda itu sama saja angin lalu.

Selain digelandang, tamparan dan tendangan dari beberapa polisi tetap saja harus diterima pelempar topi itu.

Apa yang sudah dilakukan Melinda, tentu saja patut disayangkan. Andaikata pedangdut yang populer lewat hit “Cinta Satu Malam” itu mau sedikit bijak, ia tentu tak akan meminta petugas menangkap penonton yang sudah “menghadiahinya” topi berwarna hitam itu.

Bisa saja, misalnya, ia menyuruhnya naik panggung, diajak berkenalan, lalu nyanyi bareng.

Bukankah cara ini akan mampu menarik simpati lebih banyak penggemarnya? Lagipula, apalah bahayanya lemparan sebuah topi? Siapa tahu, pemuda itu ternyata cuma ingin mencuri perhatian idolanya.

Namun secara keseluruhan, insiden tersebut tak terlalu mengganggu jalannya pertunjukan yang diiringi Kelompok Band Renata, malam itu. Melinda menyanyi tiga buah lagu. Tembang pemuncaknya, apalagi kalau bukan Cinta Satu Malam, karya Tjahjadi Djajanata.

“Di Hongkong, lagu itu sampai sekarang kabarnya masih paling populer dibanding lagu kita yang lain,” kata Melinda, kepada MagelangImages, di belakang panggung, tentang Cinta Satu Malam.

Ia juga menyebut, tingkat penjualan kaset dan CD (compact disc) sudah menyentuh angka 4,5 juta. Itu belum pendapatannya dari RBT (ringback tone) beberapa tembangnya, termasuk “Capek Deh”. Belum lama, ia merilis single terbarunya “Cyiiin”, hasil kerja barengnya dengan Pedro Velvet.

Backstage Melinda

Sebelum Melinda tampil, pertunjukan dibuka oleh beberapa pedangdut Jawa Timuran. Para penyanyi ini, adalah mereka yang “besar” dari panggung ke panggung, dari CD ke CD. Ada Brodin “Palapa”, Indi Marshanda, Norma “Watu Cilik” Sylvia, juga Helvy Denata.

Dari Kota Semarang, Rara, Resha, Ocha dan Kenny yang tergabung dalam Aan Sexy Dancers, mempertontonkan tarian-tarian semi-erotis. Liukan-liukan empat cewek muda itu, tak urung memancing teriakan “nakal” dari penonton, yang kebanyakan berumur muda… Mereka memang suka yang serba hot! (magelang.images@yahoo.com)

*Read English Version of this post.

3 responses to “Dilempar Topi, Melinda Marah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s