Senam Kuping, Syawalan, Agustusan

Image

Boni shows one of the biggest firecrackers will soon be set off in Payaman, Magelang on Thursday (August 15, 2013). In Payaman, explosions from fireworks have been a familiar part over the years during the Syawalan gathering, seven days after Eid al Fitr celebration.

BLENG! Bunyi petasan siang itu, bikin gendang telinga berdengung-dengung. Getarannya terasa dari jarak sepuluh meter. Cuma satu, dua, tiga orang, yang berani membiarkan kedua lubang kupingnya terbuka. Yang lain, tak mau ambil risiko budek.

——————————————

Image

Suara “bleng” itu bukan hanya sekali. Di sebuah halaman rumah di Kauman, Payaman, Magelang, puluhan petasan seukuran gelas direnteng pada seutas tali dan sumbu, digantung pada tiang bambu. Mirip setandan pisang madu.

ImageKetika sumbu utama dibakar, orang-orang melangkah mundur. Beberapa detik kemudian, satu petasan jatuh, dan meledak. Kertas pembalut mercon hancur, berhamburan. Selang beberapa detik, petasan yang lain menyusul: jatuh, lalu meledak pula. Njebluk!

Untuk beberapa saat, udara Kauman jadi putih. Seperti habis di-fogging.

Tapi “senam kuping” ini tidak setiap hari. Kebetulan, Kamis (15/8/2013) itu, sedang ada Syawalan di kampung santri ini. Pada hari kedelapan Idul Fitri, penduduk Payaman masih saling bersilaturahmi.

Di jalan-jalan kampung, puluhan pedagang menjaring rejeki. Ada yang jualan balon angry bird, pistol mainan, kojek, siomay, sampai tusuk gigi. Ada yang makan bakso sampai kepedesan, di saat puluhan orang yang lain tengah khusyuk mendengarkan pengajian. Dilakukan pula ziarah ke makam ulama di kuburan setempat.

Selain pesta mercon tadi, seperti biasa, Syawalan di Kauman, Payaman juga diwarnai pelepasan balon plastik. Balon-balon yang kemarin diterbangkan, sekaligus dibuat untuk menyambut HUT RI ke 68.

Bahan dasar balon berupa plastik dan kertas putih, kali ini ditambah kertas merah. Indonesia banget.

Balon berbentuk labu itu dibikin dalam tiga ukuran. Yang paling kecil, panjangnya tiga meteran, dibuat sebanyak 45 buah. Balon berukuran sedang, ada 17 buah. Dan yang paling besar, masing-masing sepanjang kira-kira lima meter, berjumlah delapan buah.

Gampang ditebak, banyaknya balon itu disesuaikan dengan tanggal ketika Bung Karno dan Bung Hatta memroklamasikan kemerdekaan negara ini: 17/8/45. Begitulah yang dilakukan warga Kauman, Payaman, kemarin. Senam kuping, Syawalan, sekalian Agustusan…***

[Sahrudin]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s