Museum Haji Widayat, Museum “Pioneer Number Four”

Poster Haji Widayat yang terpasang di bagian belakang Museum Haji Widayat, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. (Foto/repro: Sahrudin)

Poster Haji Widayat yang terpasang di bagian belakang Museum Haji Widayat, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. (Foto/repro: Sahrudin)

Oleh: Sahrudinalwaysmagelang@gmail.com

MUSEUM Haji Widayat terletak sekitar 3 kilometer di sebelah timur Candi Borobudur, tepatnya di Jalan Letnan Tukiyat 32, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. Berdiri megah di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi, museum ini mulai dibangun tahun 1991 dan diresmikan pada 30 April 1994, oleh Prof Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI saat itu.

Pada beberapa ruangan di lantai satu museum ini, terdapat karya-karya Haji Widayat sejak 1953, hingga goresan terakhirnya yang dibuat tahun 1998. Sedangkan pada dinding-dinding di lantai kedua, terpampang karya-karya perupa ternama seperti Troeboes, S Sudjojono, Le Man Fong, Bagong Kussudiarjo, Nyoman Gunarsa, Jorge Carrasco, dan Paul Husner. Selain lukisan dan sketsa, Museum Haji Widayat juga mengoleksi karya-karya seni berupa patung serta beragam benda antik.

Di bagian belakang museum ini, terdapat 2 bangunan lain yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan karya sekaligus ruang pamer. Bangunan pertama, Galeri Hj Soewarni, yang diresmikan pada 20 Maret 1999 oleh Rektor Institut Seni Indonesia saat itu Prof I Made Bandem. Galeri ini dibangun untuk mengenang almarhumah Hj Soewarni, isteri pertama Haji Widayat.

Bangunan lainnya adalah Art Shop Hj Soemini. Nama art shop yang selesai dibangun pada 2001 ini, diambil dari nama isteri kedua Haji Widayat, yaitu Hj Soemini. Terdapat 3 ruangan dalam bangunan berbentuk joglo ini. Ruangan di bagian depan, diperuntukkan sebagai tempat penjualan cinderamata khas Museum Haji Widayat, karya-karya para seniman muda sekaligus workshop. Ruangan di bagian tengah, merupakan ruang pamer lukisan dan sketsa karya Haji Widayat. Sedangkan ruangan di bagian belakang adalah tempat istirahat sekaligus ruang kerja sang maestro.

Haji Widayat lahir pada 9 Maret 1919 di Kutoarjo, Purworejo. Tahun 1954, ia merampungkan pendidikan formal di bidang seni, di Akademi Seni Rupa Indonesia atau ASRI, yang sekarang menjadi Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Ia belajar grafis di Jepang sejak 1960 sampai 1962. Puluhan penghargaan di bidang seni, baik nasional maupun internasional tersemat padanya. Haji Widayat meninggal dunia pada usia 83 tahun, tepatnya tanggal 22 Juni 2002.

Pakar sejarah seni asal Belanda, Dr Helena Spanjaard menyebut Haji Widayat sebagai “Pioneer Number Four”. Kepeloporannya di dunia seni rupa Indonesia, membuatnya dinilai sejajar dengan pioneerpioneer lain seperti Affandi, Hendra Gunawan dan S Sudjojono. Sebutan ini pula yang kemudian dijadikan judul buku, yang ditulis oleh Helena Spanjaard dan Dr Oei Hong Djien. Buku “Pioneer Number Four” akan di-launching pada 26 April 2014 di Museum Oei Hong Djien, Kota Magelang. Peluncuran buku tersebut dilakukan bersamaan dengan pembukaan Magelang Arts Event (MAE) 2014.

Selama perhelatan MAE 2014, puluhan lukisan karya Haji Widayat akan dipamerkan di museum ini. Karya-karya sang maestro yang selama ini menjadi koleksi Museum Oei Hong Djien, juga akan diboyong ke Museum Haji Widayat untuk dipajang bersama karya-karya lainnya. Yang menarik, sekitar 70 persen lukisan yang akan dipamerkan nanti, merupakan karya-karya Haji Widayat yang selama ini belum pernah diperlihatkan kepada publik.

Pembukaan eksibisi bertajuk “Pioneer Number Four” di Museum Haji Widayat, dijadwalkan berlangsung pada 26 April, sekitar pukul 11.00 WIB oleh Dr Oei Hong Djien. Seluruh lukisan yang dipajang di Museum Haji Widayat selama pergelaran MAE 2014, merupakan karya-karya yang tidak diperjualbelikan.

Pameran lukisan di Galeri Hj Soewarni dan Art Shop Hj Soemini, juga akan menjadi bagian dari MAE 2014. Di Galeri Hj Soewarni, sedikitnya 40 perupa dari berbagai kota di Indonesia, bakal menyuguhkan pameran bertema “Untukmu, Guru (To You, Teacher)”.

Sedangkan di Art Shop Hj Soemini, karya-karya lain Haji Widayat juga dipamerkan selama pergelaran MAE 2014. Berbeda dengan yang dipajang di Museum Haji Widayat, lukisan-lukisan yang dipamerkan di Art Shop Hj Soemini merupakan karya-karya Haji Widayat yang nantinya bisa dimiliki atau dibeli oleh pengunjung.

Pameran-pameran dalam rangka MAE 2014, baik di Museum Haji Widayat, Galeri Hj Soewarni maupun Art Shop Hj Soemini, akan berlangsung mulai 26 April hingga 31 Agustus 2014.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s