Syang Art Space, Ruang Para Seniman Muda

Pembukaan pameran lukisan bertema "And the Cocks are Still Fighting" di Syang Arts Space, Kota Magelang, 23 Juni 2012. Pamera dibuka oleh sutradara Garin Nugroho. (Foto: Jago Tarung)

Pembukaan pameran lukisan bertema “And the Cocks are Still Fighting” di Syang Arts Space, Kota Magelang, 23 Juni 2012. Pameran dibuka oleh sutradara Garin Nugroho. (Foto: Jago Tarung)

Oleh: Sahrudinalwaysmagelang@gmail.com

SYANG Art Space mula-mula didirikan sebagai galeri karya-karya seni rupa kontemporer. L Ridwan Muljosudarmo, pendiri sekaligus pemilik galeri ini, hendak turut andil dalam mengakomodasi hasil kerja kreatif para perupa Indonesia. Berkali-kali Syang Art Space menjadi tempat penyelenggaraan pameran, berkali-kali pula mengikuti pameran di berbagai kota, baik di dalam maupun luar negeri.

Namun dalam perjalanannya, Syang Art Space kemudian berkembang menjadi wadah bagi cabang-cabang seni lainnya. Pameran dan pelatihan fotografi, launching buku, pembacaan puisi, pemutaran film pendek atau film dokumenter, pementasan seni pertunjukan dan pagelaran wayang, semua pernah diadakan di galeri yang terletak di Jalan MT Haryono No 2, Kota Magelang ini.

Pameran lukisan bertema “Friendship Code” yang menampilkan karya 22 perupa muda, menandai pembukaan Syang Art Space, pada 18 Januari 2009. Kala itu, WS Rendra, almarhum, turut menyampaikan orasi budaya. “Friendship Code” sendiri dimaknai sebagai tanda bahwa Syang Art Space adalah “sahabat” bagi para seniman.

Tema pameran perdana ini pun selaras dengan nama “Syang” yang berarti sayang atau kasih. Kenyataannya, sampai sekarang Syang Art Space bukan saja sebatas galeri, melainkan juga workshop bagi para perupa-perupa muda melahirkan karya-karya terbaiknya.

Pendirian Syang Art Space tak lepas dari dorongan yang diberikan Dr Oei Hong Djien kepada Ridwan Muljosudarmo, pada awal 1990an. Hong Djien, kolektor besar Indonesia itu, bahkan menyebut Ridwan sebagai salah satu pionir kolektor lukisan kontemporer Indonesia.

Ridwan kemudian mulai sering mendatangi sejumlah seniman. Beberapa perupa yang mula-mula dikenal Ridwan, antara lain Pupuk Daru Purnomo, Nasirun, Entang Wiharso, Made Sukadana, Ugo Untoro, Ivan Sagito dan Faizal.

Selanjutnya, Syang Art Space pun makin dikenal oleh perupa-perupa lain di Yogyakarta, Bandung, Bali serta daerah-daerah lain. Dikenal bukan hanya sebagai galeri, tapi juga dikenal sebagai “sahabat” bagi para perupa-perupa muda itu.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s