I am Fine Thank You, and You?

Image by Sahrudin and the Photoshop

Image by Sahrudin and the Photoshop

Oleh: Sahrudin@SahrudinSaja

MENGGUNAKAN kalimat, “I’m fine thank you, and you”, menurut sejumlah penutur asli (native speakers), ternyata bukanlah cara yang lazim untuk menjawab sapaan lawan bicara.

Bisa jadi, kalimat tersebut malah akan memberikan kesan yang salah, atau bahkan terdengar kasar.

Tapi, mengingat kita adalah produk pendidikan “konvensional” pemerintah Indonesia, yang selama bertahun-tahun terus-menerus dicekoki kalimat “I’m fine thank you, and you” oleh guru-guru bahasa Inggris, tak perlulah kelewat menyesali atau menyalahkan keadaan.

Anda tidak salah, dan Anda tidak sendiri!

Kalimat tersebut sesungguhnya baku menurut aturan tata-bahasa Inggris, dan tentu saja, benar menurut guru-guru bahasa Inggris kita sewaktu SMP dan SMA. Hanya saja, “I’m fine thank you, and you” bukanlah pilihan frasa yang terbaik.

Andai suatu saat Anda berkesempatan tinggal selama kurun waktu tertentu di negeri para penutur asli – Amerika Serikat atau Inggris, misalnya – atau kerap berkumpul dengan warga negara-negara tersebut, Anda akan menyadari bahwa “I’m fine thank you, and you” ternyata nyaris tidak mereka gunakan.

Akibatnya, jika Anda tiba-tiba memakai frasa itu, mungkin saja yang akan didapat adalah reaksi yang ganjil.

Lantas, apa saja pilihan kalimat pendek yang lebih lazim untuk menjawab sapaan “How are you”, “How do you do”, “How was your day”, “How are things goings” dan sejenisnya? (Catatan: sapaan “How are you” sendiri juga bisa diganti dengan frasa lain yang lebih kreatif agar tidak monoton.)

“I’m doing well!  How are you?” (lebih formal, tapi bolehlah untuk keseharian)

“I’m good, thanks.  How are you?” (dipakai keseharian, misalnya dengan teman)

“I’m great, thanks!”

“Not bad, you?” (cukup normal, bisa untuk keseharian)

“Same old, you?” (cukup normal, untuk keseharian)

Itu saja? Tentu tidak. Anda bisa juga menggunakan pilihan-pilihan frasa “negatif” berikut ini ketika bertemu kawan akrab:

“Not so well.  (lanjutkan dengan alasan singkat, mengapa…)”

“Terrible. (sama, lanjutkan dengan alasan singkat, mengapa…)”

(Perlu diingat, terutama jika Anda tidak mengenal baik lawan bicara. Seringkali, meski seorang penutur asli menyapa Anda dengan “How are you”, bukan berarti dia benar-benar ingin tahu banyak hal atau kabar tentang Anda. Bisa jadi, “How are you”  hanyalah cara lain dia untuk mengatakan “Hello” atau “Hi”.)

Balik lagi ke frasa usang “I’m fine thank you, and you”.

Mengapa sebaiknya Anda tidak lagi memakai respon “I’m fine thank you, and you” padahal telah bertahun-tahun mengucapkannya (di sekolah)?

Pertama, itu tidak lazim alias tidak natural. Frasa tersebut nyaris tidak lagi dipakai (oleh penutur asli).

Hari ini, besok, lusa, Anda mungkin saja masih akan sering mendengar “I’m fine thank you, and you” diucapkan teman-teman yang sedang belajar bahasa Inggris, tapi bukan oleh penutur asli. Kendatipun frasa tersebut sangat formal untuk membalas sapaan, namun dalam situasi yang formal sekalipun, kata-kata itu nyaris tak lagi dipakai.

Kedua, di sisi lain, frasa “I’m fine thank you, and you” bisa jadi justru terkesan kasar atau negatif. Ya, saya katakan kasar atau negatif!

Seringkali, ketika seorang “bule” Amerika sedang tak ingin berbicara dengan orang lain, atau sedang marah pada seseorang, ia akan bilang “I’m fine thank you, and you”.

Ketiga, dengan menggunakan pilihan lain sebagai pengganti “I’m fine thank you, and you”, Anda akan lebih kreatif, dan oleh karenanya, lebih dihargai.

Meski sebenarnya Anda bermaksud baik (dan santun) menjawab sapaan dengan “I’m fine thank you, and you”, tapi penutur asli akan menganggap kata-kata itu tak lebih sebagai nothing alias tidak bermakna apa-apa. Bahkan, tidak sedikit diantara mereka yang memandangnya sebagai respon yang “tidak peka”.

Juga, orang Amerika biasanya menilai “fine” adalah sebuah dusta. Ketika seseorang mengatakan “fine” dalam konteks ini, ia pun layak untuk disebut sedang berbohong.

Jadi, jika Anda bilang “I’am fine” – padahal memang benar-benar “fine” 100 persen – penutur asli yang mendengar bisa jadi berpikir bahwa Anda sedang berdusta.

Penutur asli pada dasarnya lebih suka mendengar dan memakai frasa-frasa yang lebih kreatif manakala ia sedang ingin mengobrol dengan seseorang.

Nah, agar lawan bicara lebih mau memperhatikan Anda, mulailah untuk menggunakan respon-respon yang lebih kreatif, namun sekaligus santun dan simpatik!

Wallahu a’lam bisshawab…***[alwaysmagelang@gmail.com]

***Disadur dari: GoTravelEnglish

***Referensi: UsingEnglish, MyEnglishTeacher, and StackExchange

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s