Ke Perpustakaan Kabupaten Magelang? Ngaluk-aluk…

Perpustakaan Kota Magelang

Luas dan nyaman. Salah satu ruangan di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Magelang. Kredit potret: Latifani Akyuni

Oleh: @SahrudinSaja

HARIGINI, siapa yang mau menempuh jarak puluhan kilometer “hanya” untuk baca buku di perpustakaan? Pertanyaan ini, bahkan layak ditujukan bagi mereka yang memang suka dan butuh baca buku, majalah, serta rupa-rupa lain jendela dunia.

Di Kabupaten Magelang, pertanyaan tadi sangat perlu untuk dijawab oleh pemerintah daerah setempat.

Begini, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kabupaten Magelang berada di Muntilan. Bisa dibayangkan, jika kebetulan ada warga Grabag (kecamatan di ujung utara Kabupaten magelang) yang hendak memanfaatkan hak membacanya ke KPAD.

Antara Grabag-Muntilan berjarak hampir 40 kilometer. Masih mendingan kalau Jalan Semarang-Jogja sedang lancar, perjalanan mungkin tak sampai sejam. Tapi bagaimana kalau sedang ada kemacetan di titik-titik tertentu? Sedang ada perbaikan jalan? Ban motor bocor? Dihadang hujan deras dan langit gludak-gluduk? Panas menyengat di sepanjang jalan? Arrgghhh

Demikian pula bagi anak-anak pintar yang kebetulan berdomisili di kecamatan-kecamatan Kaliangkrik, Kajoran, Ngablak serta kawasan-kawasan lain yang jauuuhnya ngaluk-aluk dari Muntilan.

Helloooww, pak Zainal Arifin Bupati Magelang… Sudahkah Anda dan jajaran-jajaran Anda berterima-kasih kepada Pemerintah Kota Magelang atas kenyataan yang satu ini?

Saya warga Kabupaten Magelang, dan salah satu dari puluhan (bahkan mungkin lebih dari seratusan) penduduk kabupaten, kerap datang dan memanfaatkan macam-macam fasilitas milik perpustakaan Kota Magelang.

Jarak dari rumah saya di Banyurojo, Mertoyudan ke perpustakaan kota cuma sekitar 6 kilometer. Dan “lucunya”, sampai saat ini, saya justru belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di KPAD Kabupaten Magelang di Muntilan.

Bukannya saya tidak punya rasa “kabupatenisme”. Saya dan warga Kabupaten Magelang yang lain, mungkin kebetulan punya prinsip yang sama: kalau ada yang dekat, kenapa harus yang jauh?

Kalau kepingin generasi muda dan sumberdaya manusianya melek ilmu-pengetahuan, maka tak ada jalan lain bagi Pak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Magelang: segera bangun perpustakaan-perpustakaan yang lengkap, keren dan nyaman di beberapa lokasi selain di Muntilan!

Ketahuilah bahwa bukan cuma NKRI yang punya harga mati; pemerataan gedung perpustakaan dan fasilitas lengkapnya juga harga mati.

Bangun dong perpustakaan sendiri untuk warga Tegalrejo, Pakis dan Ngablak. Bikin lagi juga yang dekat dengan mereka yang tinggal di Kaliangkrik, Bandongan dan Kajoran. Dirikan pula untuk wilayah Secang dan Grabag; untuk warga Borobudur dan Salaman; Mertoyudan dan Mungkid…

Janganlah Pak Bupati mau enaknya sendiri dengan berpikir: “Ah, kan sudah ada perpustakaan di sekolah-sekolah?” Silakan cek TKP, bagaimana kondisi perpustakaan-perpustakaan sekolah di daerah Anda!

Nggak usah pula mikir terlalu jauh, misalnya: “Ah, paling-paling nanti lama-lama perpustakaan juga sepi pengunjung”. Itu tergantung bagaimana cara orang-orang Anda mengurusi perpustakaan itu nantinya…

Soal dana? Pengadaan mobil-mobil dinas anyar, jalan-jalan ke luar daerah bisa, masa bangun beberapa perpustakaan yang bagus ndak sanggup?

DPRD Kabupaten Magelang sendiri sepakat dengan ide pembangunan beberapa perpustakaan tambahan ini. Melalui akun twitternya, @DPRDKabMagelang bilang: “Good idea, Gan!”

Mereka kemudian menambahkan beberapa catatan, yang intinya: semua fraksi di DPRD Kabupaten Magelang sudah sepakat akan adanya Peraturan Daerah tentang Dana Cadangan untuk Perpustakaan.

Dana cadangan itu, nantinya akan dipakai untuk mendirikan perpustakaan-perpustakaan (tentunya selain di Muntilan) dengan mempertimbangkan aspek kewilayahan, agar mudah dijangkau masyarakat yang tinggal di pinggiran Kabupaten Magelang.

KABUPATEN Magelang itu memang luasnya minta ampun: dari gunung ke gunung, dari sawah-ke sawah, melewati lembah-lembah, menyeberangi sungai-sungai. Wilayah kekuasaannya berkali-kali lipat dibanding Kota Magelang yang mungil, tetangga sekaligus saudara tuanya.

Tapi kalau penguasanya cerdas, itulah tantangan. Kalau penguasa malas, itu pasti akan jadi alasan…***[magelang.images@gmail.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s