Inversion: Bahasa “Walikan” Versi Inggris

Inversion examples. Poster credit: Slideshare

Inversion examples. Poster credit: Slideshare

Oleh: @SahrudinSaja

KAMU “Kera Ngalam”? Atau cah Jogja? Kalau begitu, kamu tahulah, bahkan pasti akrab, dengan apa itu bahasa “walikan” alias kata-kata yang dibalik susunan abjadnya.

Nah, wong London punya bahasa “walikan” juga, lho! Tapi objeknya bukan pada kata-kata sebagaimana kerap terdengar di Malang dan Jogja.

Bahasa “walikan” versi English ini disebut dengan inversion. Ia dibikin dengan cara, misalnya, menempatkan kata kerja bantu (auxiliary verb) di depan subjek.

Contoh:

  • Widyonindito eats more than does Arifin.
  • Widyonindito eats more than Arifin does.

Coba perhatikan letak auxiliary verb “does” pada masing-masing kalimat di atas.

Menurut tata bahasa Inggris, kedua kalimat tersebut sama-sama dibenarkan. Bedanya adalah, kalimat pertama menggunakan inversion, sedangkan yang kedua tidak.

Kalau memang sama saja, lantas apa guna inversion?

Sayang sekali, saya masih kurang paham betul. Namun setidaknya, dengan adanya inversion ini, kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris jadi terasa lebih variatif, enggak membosankan.

Dan kalau saya tidak salah juga, dengan inversion, penekanan pada inti sebuah kalimat jadi lebih terasa mantap…

Dan yang lebih penting, inversion ini tak jarang muncul sebagai materi ujian-ujian TOEFL, GMAT, GRE, IELTS, dan sebagainya.

Contoh lagi:

  • Had I remembered Mbak Santy’s birthday, she wouldn’t be mad at me now.
  • If I had remembered Mbak Santy’s birthday, she wouldn’t be mad at me now.

Lihat kata-kata yang saya cetak tebal pada kedua kalimat di atas. Sekilas terasa beda akibat penggunaan inversion, padahal maknanya sama.

Tapi sebenarnya, inversion sendiri banyak macamnya, ada 18. Untuk lebih jelas, sila klik di sini

Oke, deh. Begitu dulu ya… Kapan-kapan kita sambung lagi! Maklum, Pak Guru sedang malas mikir…  Assalamualaikum!***[magelang.images@gmail.com]

4 responses to “Inversion: Bahasa “Walikan” Versi Inggris

  1. Beda nya kalo di bahasa asing ada di susunan bahasa, dan di Malang di kata mas ya..Tapi sebenernya kalo katanya dibalik bukannya kadang malah arti beda? Hehe

    Like

  2. wahh bahasa walikan, sering bingung kalo temen2 kampus make bahasa walikan ini. hahah. maklum bukan asli malang tapi nekat gaul bareng kera ngalam hihih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s