How Many Tenses in English? Two, Three, Twelve, Sixteen?

Rasah sinau tenses. Poster: Sahrudin

Rasah sinau tenses. Poster: Sahrudin

By: @SahrudinSaja

MOMOK dalam pelajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah kita adalah tense. Ia dimaknai sebagai “alat penjelas waktu dan lokasi kejadian”. Tense, antara lain ditandai dengan perubahan bentuk kata kerja, dan disusun lewat pola-pola tertentu dalam sebuah kalimat.

(Selain tense, sebenarnya ada pula yang namanya “aspect”, yaitu kalimat yang menurut bentuk kata kerjanya bertujuan menjelaskan waktu sebuah peristiwa maupun tindakan. Beda tense dengan aspect, ialah, tense menjelaskan lokasinya juga, sedangkan aspect hanya soal waktu. Selain tense dan aspect, ada pula mood dan voice. Keempat istilah tersebut masih dan sangat berkaitan satu sama lain. Nantilah kita pelajari di posting yang berbeda.)

Duduk di bangku SMP, kita mulai diperkenalkan dengan tenses sederhana, seperti simple present, present continuous, simple past, past continuous, simple future dan future continuous.

Memasuki SMA, materi yang diberikan oleh bapak dan ibu guru berkembang lebih kompleks, hingga mencapai 16 tenses. Dalam setiap ulangan dan ujian, sudah pasti, tenses akan menjadi  menu pokok yang kudu dilahap para siswa-siswi.

Bukan perkara sederhana ketika pelajaran sampai pada tenses dengan pola kalimat yang cukup rumit. Sebut saja, misalnya: past perfect continuous, future perfect, future perfect continuous, hingga kombinasi past + future yang berupa past future continuous, past future perfect dan past future perfect continuous.

Persoalannya adalah, apakah 16 tenses yang bertahun-tahun kita pelajari itu telah benar-benar sesuai dengan tenses yang diajarkan di negara-negara penutur asli (native speakers)?

Sebelum mencari tahu jawaban atas pertanyaan itu, kita tulis dulu satu-persatu tenses yang diajarkan di Indonesia, berikut tenses yang dikenal di negara-negara native speakers.

(Contoh-contoh kalimat di dalam kurung berikut hanyalah contoh sederhana, yang saya pakai untuk memberikan gambaran pola kalimatnya. Sebab dalam tenses tertentu, disyaratkan pula penyertaan/penjelasan lokasi dan waktu, entah itu waktu yang spesifik, ataupun waktu yang tidak spesifik.)

 

Tenses di Indonesia

Simple Present (I work)

Present Continuous (I am working)

Present Perfect (I have worked)

Present Perfect Continuous (I have been working)

Simple Past (I worked)

Past Continuous (I was working)

Past Perfect (I had worked)

Past Perfect Continuous (I had been working)

Simple Future (I will work)

Future Continuous (I will be working)

Future Perfect (I will have worked)

Future Perfect Continuous (I will have been working)

Simple Past Future (I would work)

Past Future Continuous (I would be working)

Past Future Perfect (I would have)

Past Future Perfect Continuous (I would have been working)

 

Tenses di Negara-negara Native Speakers

Sebelum kita runut satu persatu tenses yang diajarkan di negara lain, perlu kita ketahui bahwa terdapat beberapa perbedaan pendapat soal jumlah tenses di sana. Ada yang menyebut hanya ada dua, tiga, dan 12 tenses. Kita mulai dari yang 12 tenses:

Present Simple (I work)

Present Progressive (I am working)

Past Simple (I worked)

Past Progressive (I was working)

Present Perfect Simple (I have worked)

Present Perfect Progressive (I have been working)

Past Perfect Simple (I had already worked)

Past Perfect Progressive (I had been working)

Future Simple (I will work)

Future Progressive (I will be working)

Future Perfect Simple (I will have worked)

Future Perfect Progressive (I will have been working)

 

Terlepas dari jumlahnya yang hanya 12, kalau kita perhatikan nama-nama tenses di atas, apa yang oleh kita di Indonesia sebut sebagai “continuous”, di negara-negara native speakers popular dengan istilah “progressive”. Banyak pula yang menggunakan “conditional” tapi bukan continuous.

Yang jadi pertanyaan kemudian adalah, kenapa pembuat modul-modul pengajaran bahasa Inggris di Indonesia, sejak jaman duluuu kala, lebih memilih continuous ketimbang progressive atau conditional?

Memang benar, pengertian continuous adalah: an action that is continuing. Namun demikian, bukankah progressive dan conditional nyatanya jauh lebih akrab dan kerap dipakai di negara-negara penutur bahasa Inggris?

Poin berikutnya, yang oleh kita di Indonesia klasifikasikan sebagai “past future” (mulai dari simple past future sampai past future perfect continuous), nyatanya juga tidak popular di negara-negara manca. Mereka mengelompokkan tense-tense yang termasuk “past future” versi kita, ke dalam “conditionals”, yang terdiri dari zero conditional, first conditional, second conditional dan third conditional.

Baiklah, kita nikmati saja kebingungan-kebingungan ini… Biarlah, ini semua jadi tugas Menteri @AniesBaswedan untuk memikirkannya… Kita lanjut ke yang berpendapat bahwa bahasa Inggris hanya ada dua dan tiga tenses:

Dua tenses English yang dimaksud yaitu present dan past saja. Adapun yang lain-lain dikelompokkan ke dalam aspects, moods dan voices.

Aspects meliputi: simple, progressive, perfect, dan perfect-progressive. Contoh kalimat yang termasuk aspect: I am reading the book (progressive). I have read the book (perfect).

Moods, terdiri dari indicative, subjunctive, dan indicative. Contoh kalimat: Novel Baswedan will be the next President (indicative). Sit on the ground! (imperative). If I were a President, I wouldn’t make anyone do what they didn’t want to do (subjunctive).

Sedangkan yang menjadi bagian voices, yaitu active dan passive. Contoh: Widyonindito kicked Ahok (active). Ahok was kicked by Widyonindito (passive).

Dalam pemahaman kategori ini, “future” tidak termasuk tense. Sebab tense adalah perubahan kata kerja, sedangkan “future” selalu memerlukan “modals” atau kata kerja bantu (helping verbs). Oleh karenanya, hal-hal yang berbau “future” dikelompokkan ke dalam moods.

Yang terakhir, yakni yang juga kurang popular, adalah yang berpendapat bahwa tenses itu ada tiga: present, past, dan future.

Menurut kategori ini, masing-masing ketiga tenses itu kemudian dibagi lagi menjadi: simple, continuous, perfect dan perfect continuous. Dan kalau kita selidiki, “madzhab” tiga tenses inilah yang agaknya menjadi cikal-bakal lahirnya 16 tenses, sebagaimana yang diyakini oleh para senior kita di Indonesia…

Wallahu a’lam bish shawab…***[magelang.images@gmail.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s