An Expression in Passive is Occasionally More Polite than Active Voice…

Penak seng pasif, opo seng aktif? Poster: Sahrudin

Penak seng pasif, opo seng aktif? Poster: Sahrudin

By: @SahrudinSaja

…rules are made to be broken…

KALIMAT pasif, khususnya dalam teks-teks berbahasa Inggris, kerap jadi anak tiri para penulis. Dengan beragam alasan, beberapa diantara mereka malah sebisa mungkin menghindari pemakaian kalimat pasif (passive voice). Terlebih, kalau tulisan-tulisan tadi dibuat untuk keperluan akademik atau ilmiah.

Akibatnya, di kalangan orang-orang kampus dan sekolahan, kalimat pasif menjadi sesuatu yang kurang popular dibanding active voice. So what’s wrong with passive voice?

Kita cari tahu jawabannya melalui posting ini. Kita akan lihat, kapan dan bagaimana sebaiknya kita menggunakan kalimat pasif, dan apa saja kelebihan “si anak tiri” para penulis itu.

Tapi sebelumnya, yang perlu diingat dan kita jadikan patokan adalah: bicara soal struktur kalimat, sebuah tulisan apapun, entah itu tugas akademik, reportase jurnalistik, sampai surat cinta dan cerita porno (hehehe) maupun yang lainnya, seyogyanya bersifat jelas dan tidak bertele-tele.

Kita lihat contoh kalimat di awal posting ini: Rules are made to be broken.

Kalau kita menggunakan kalimat aktif untuk mencari tahu atau menjelaskan “who breaks” the rules, kita justru akan kerepotan sendiri. Joko, Ahok, Badrodin, Luhut, Ruhut, Mega, bahkan saya sendiri tentu sudah pernah, bahkan sering melanggar aturan, kan?

Contoh lagi: A suspected drug dealer has been arrested.

Siapa yang sudah menahan pengedar itu? Jelas polisi, kan? Masa iya penjual cendol. Dengan demikian, dalam konteks ini, kita tak perlu menggunakan kalimat aktif.

Contoh lain: My bike was stolen yesterday.

Siapa yang telah mencuri sepeda saya? Kalau tidak tahu pelakunya, tentu lebih aman kita gunakan passive voice. Mau kena pasal pencemaran nama baik?

Contoh lain lagi: Many mistakes have been made in Jakarta.

Siapa yang sudah membikin banyak kesalahan di Jakarta? Ahok atau Sanusi atau Bang Toyib? Daripada kita mendahului kewenangan KPK, tentu tak ada salahnya kita bersikap agak sopan dengan memakai kalimat pasif sebagaimana saya contohkan itu.

Jadi, berdasarkan contoh-contoh kalimat di atas, passive voice bisa kita terapkan jika dalam sebuah kalimat:

  • Pelakunya (doer, agent) terlalu banyak dan tidak jelas.
  • Pelakunya sudah sangat jelas.
  • Pelakunya tidak atau belum diketahui.
  • Untuk menyampai sebuah informasi secara lebih sopan/tidak menyinggung perasaan orang.

Seorang jurnalis pun bisa memakai passive voice dalam reportasenya, apabila: publik diyakini sudah akan tahu siapa sumbernya; sumbernya adalah orang kebanyakan atau bukan orang yang dianggap penting; sumbernya tidak diketahui.

Lantas, bagaimana sebuah kalimat pasif dibuat?

Secara sederhana, passive voice disusun menggunakan be + past participle. Dan dalam situasi formal, misalnya ujian, sebaiknya memang kita memakai pola tersebut. Adapun untuk kondisi informal, boleh juga kita memilih get + past participle.

Contoh: PPSM were beaten by Persikama. Atau, PPSM got beaten by Persikama.

Orang bijak berkata: “There are more similarities than differences.” Ini pun berlaku dalam hal perbandingan antara kalimat pasif dengan active voice.

Contoh-contoh berikut ini adalah kalimat-kalimat yang bisa dibuat dalam bentuk pasif maupun aktif:

  • The hypothesis that smoking causes lung cancer was rejected by the Rokok Djeruk Company.
  • The Rokok Djeruk Company rejected the hypothesis that smoking increases lung cancer.
  •  Teenagers’ smoking habit could be affected by the number of tobacco shops in an area.
  •  The number of tobacco shops in an area could affect teenagers’ smoking habit.
  • Many types of cancer are caused by smoking, and the effect of smoking is worsened by alcohol.
  • Smoking causes many types of cancer, and alcohol worsens the effect of smoking.

Oke? Begitu dulu ya? Semoga bermanfaat…***[magelang.images@gmail.com]

2 responses to “An Expression in Passive is Occasionally More Polite than Active Voice…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s