If You Want to be a President, You Have to Know Your Shit!

Shit Down Please... Poster: Sahrudin

Shit Down Please… Poster: Sahrudin

By: @SahrudinSaja

THE KEYWORDS Insights API pernah merilis hasil survei unik tiga tahun lalu. Sarana pelacak trending topics, hashtags dan embedded posts milik Facebook itu mengalkulasi jumlah kata umpatan atau sumpah-serapah – dalam bahasa Inggris, tentunya – yang dipakai pengguna Facebook di AS.

Hasilnya: “shit” muncul sebanyak 10,5 juta; “fuck” tercatat 9,5 juta; “damn” ditemukan 6,3 juta; “bitch” 4,5 juta, dan; “crap” sekitar dua juta kali. Saya membaca hasilnya di situs Slate.Com yang ditulis oleh jurnalis Chris Kirk.

Survei ini juga dilakukan menurut jenis kelamin, kelompok umur dan berdasarkan empat wilayah di AS (Midwest, West, South, dan Northeast).

Dihitung menurut jenis kelamin, kata “shit” tetap berada di urutan teratas. Artinya, baik Facebookers wanita maupun pria di AS diketahui lebih suka menggunakan kata tersebut, ketimbang “fuck”, “damn” dan yang lainnya.

Namun, ketika melihat hasil survei menurut kelompok umur, ternyata urutannya sedikit mengalami perubahan. Lihatlah: kata “fuck” paling banyak disukai oleh pengguna Facebook berumur 13-17 tahun dan 18-24 tahun. Sedangkan objek survei kelompok umur 25-34, 35-44, 45-54 dan 55+ tampaknya lebih nyaman dengan “shit”

Sementara menurut kelompok wilayah AS, kata-kata yang terbanyak dipakai yaitu: shit (Midwest), fuck (West), shit (South) dan shit (Northeast ).

Selain Facebookers di AS, the Keywords juga menghitung penggunaan kata-kata tadi di tiga negara lain. Hasilnya: “fuck” menjadi kata umpatan paling popular di Australia, Kanada dan Inggris. Sedangkan di Negeri Uncle Sam, sebagaimana saya tulis di awal tulisan ini, lebih sreg dengan “shit”.

Sayangnya, dari tulisan yang saya baca, the Keywords (atau mungkin Chris Kirk si penulis) tidak menjelaskan bahwa seorang Facebooker belum tentu bermaksud buruk atau hendak mengumpat ketika ia mengetik “shit”.

Dan saya, seperti biasa, akan jelaskan sedikit soal ini dengan contoh: bagaimana “shit” yang bermakna positif, juga idiom ber “shit” yang berkonotasi positif pula, berikut penerapannya dalam kalimat:

The Shit

  • Man, this food stall is the shit! They have the best kupat tahu ever.
  • Soneta is the shit! I really love their music.

See? Melihat dua contoh kalimat di atas, kita akan langsung paham bahwa sesuatu dikatakan “the shit” jika ia memiliki kualitas yang bagus, atau mampu memenuhi selera kita.

To Know Your Shit

  • If you want to be a President, you have to know your shit!
  • Ridwan Kamil knows his shit when it comes to architecture and urban planning.

Idiom “to know your shit” bermakna punya pengetahuan yang luas tentang sesuatu bidang atau hal.

To Get Your Shit Together

  • He decided to stop smoking and start getting his shit together.
  • The train leaves in 15 minutes. Get your shit together!

“To get your shit together” memiliki makna yang agak fleksibel, tergantung konteks, namun tetap berkonotasi positif. Pada kalimat pertama, ia bisa diartikan: menjalani hidup yang lebih baik. Di kalimat kedua: menata koper atau barang bawaan.

(…dan, masih banyak lagi contoh pemakaian “shit” yang berkonotasi baik, entah itu dalam wujud idiom maupun frasa. Cari sendiri ya!)

BENAR, pada dasarnya arti “shit” itu memang agak-agak jorok. Sebagai kata kerja (verb) ia berarti “eek”, “ngising” alias buang air besar (to defecate, to poop). Ketika digunakan sebagai kata benda (noun), “shit” berarti tinja atau tahi (feces).

Yang kemudian memicu popularitas “shit” sebagai kata gaul, yaitu ketika ia berfungsi sebagai kata sifat (adjective). Karena artinya: something that is of very bad quality. Dan penggunaan “shit” pun menyebar kemana-mana bagai virus kata-kata…

(Saya kira, di sini tak perlu contoh kalimat dengan “shit” untuk yang buruk-buruk. Di internet sudah terlalu banyak, kan?)

Akhirnya, kendati tidak sedikit “shit” yang bermaksud baik, kita tetap perlu hati-hati kalau sedang berada dalam situasi yang formal. Apalagi, di situ ada orang-orang yang agak-agak konservatif atau terhormat gitu. Sebab, bisa saja gaya bicara yang serba “shit” tadi dianggap tidak tahu adat.

Tapi, kalau yang didekatmu hanyalah pejabat-pejabat macam Ahok, dan kamu orangnya cuek, maka bersenang-senanglah dengan kata “shit”, lalu teruskan ngobrol pakai bahasa Inggris gaulmu…

Malah kalau perlu, bilang ke Ahok: “Don’t shit on your people, because they just might shit on you!” Hehehe…***[magelang.images@gmail.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s