Being a Ketua RT Means Dedicating Yourself to Serving Your Neighbors

Poster by RT 4 RW 1 Dusun Seneng 1 Banyurojo Mertoyudan Magelang.

Poster by Ketua RT 4 RW 1 Dusun Seneng 1 Banyurojo Mertoyudan Magelang.

By: @SahrudinSaja

BEBERAPA waktu lalu, atas petunjuk Bapak Presiden, saya diangkat menjadi Ketua RT di lingkungan tempat tinggal saya… Hahaha! Keren, kan? (Kalau di sinetron-sinetron, jabatan Ketua RT seolah-olah malah jauuuh lebih keren ketimbang seorang Kapolres sekalipun.)

Tentu saja, para tetangga sontak gelagapan. Mereka tampaknya kuatir, jangan-jangan nanti saya bakal bikin program “Friday English”: semua warga wajib berbicara menggunakan bahasa Inggris tiap hari Jumat.

Atau, karena saya penggemar berat biola, bisa juga mereka gundah: “Jangan-jangan nanti uang kas RT ditilep untuk beli Stradivarius atau Hopf!”

Nggak lah… (Nggak salah, maksudnya.)

Nah, dalam rangka merayakan keajaiban saya menjadi orang nomor satu di RT 4 RW 1 Dusun Seneng 1 Banyurojo Mertoyudan Magelang, maka dengan ini, saya hadiahkan artikel “lenjeh” ini kepada warga saya yang tercinta khususnya, dan rakyat Indonesia pada umumnya…

Begini: setahu saya, di Amerika, Kanada, Australia, Inggris, Macedonia, Mikronesia bahkan sampai Amnesia, tidak ada itu istilah RT dan RW. Maka dari itu, melalui posting kali ini, saya akan berusaha menjlentrehkan apa itu definisi RT, RW, dan dusun, tentu dalam English.

(Eeeh, sakndilalah, siapa tahu, nanti apa yang saya tulis ini makbedunduk muncul dalam ujian cawu tiga — who knows, kan???)

RT (Rukun Tetangga) —Neighborhood Unit.

The abbreviation/term RT is used to refer to the smallest, self-governing administrative unit.

In Magelang Regency, the population of an RT is usually under 140 (about 40 families). An RT is led by a Ketua RT, or Head of Neighborhood Unit.

As a form of social consciousness of a resident, a Ketua RT is often unpaid, or paid a pittance. But it is not merely a matter of money: being a Ketua RT means dedicating yourself to serving your neighbors.

RW (Rukun Warga) — Community Unit.

The RW is one level higher than the RT, and usually populated by a maximum of 900 people or 250 families.

Each RW consists of at least two RTs. Both Ketua RT and Ketua RW (Head of Community Unit) are mostly directly elected by locals.

A secretary and a treasurer are responsible for helping the Ketua RT or Ketua RW by performing assigned duties.

As secretary, you are responsible for sending out the papers for the kumpulan (meeting).

As treasurer, you have day-to-day responsibility for looking after your RT’s or RW’s money.

A  Ketua RW is also often unpaid, or, even if you are paid, very little.

Begitulah pengertian RT dan RW dalam English menurut saya.

Suatu ketika, anak kita tiba-tiba bertanya, “Bahasa Inggrisnya RT dan RW itu apa sih, Pak?” Sambil mbenekke sarung, kita pun langsung menjawab: “Nek RT kuwi neighbor peace, nek RW people peace!”

Di situ kadang saya merasa sedih :)

Lanjut…

Dusun

Dalam dunia perbahasa-Inggrisan, berlaku ungkapan yang menurut saya agak sombong: there are no such things as untranslatable words — semua kata pasti bisa diterjemahkan ke dalam English.

Begitu pula dengan dusun. Semua kamus, mulai dari yang cetak sampai yang online, para ahli bahasa menerjemahkannya sebagai “hamlet”.

Meski kedengarannya agak lucu, tapi kita nurut kamus sajalah: Hamlet of Seneng 1, Hamlet of Seneng 2, Hamlet of Kranggan, Hamlet of Saragan, Hamlet of Sekaran, dan seterusnya…

Berbeda dengan RT dan RW yang hanya ada di Indonesia; banyak negara di luar sana yang ternyata juga punya hamlet alias dusun. Karakternya pun agak-agak mirip dengan dusun di tempat kita.

Beberapa sumber menuliskan clue begini untuk menjelaskan pengertian hamlet: a village is a collection of dwelling houses, larger than a hamlet but smaller than a town — desa adalah sekumpulan rumah tinggal, yang lebih luas dibanding dusun, tapi lebih kecil ketimbang kota.

Adapun beberapa perbedaan antara dusun kita dengan hamlet-hamlet di negara lain, yaitu dalam hal jumlah penduduk (dan tentunya luas wilayah), serta yang berkaitan dengan statusnya.

Di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada misalnya, hamlet itu biasanya tidak dibentuk dan dimanajemen secara birokratif — hamlets are typically unincorporated communities.

Ini tentu berbeda dengan dusun di tempat kita. Di sini, ada Pak Kadus atau Kepala Dusun yang bertanggung-jawab kepada Kepala Desa dan masyarakat. Gaji dari pemerintah dan pendapatannya dari tanah bengkok (kas desa) juga sudah cukup mantap. Belum lagi THR atau insentif yang didapat jelang lebaran.

Perbedaan lain yaitu soal jumlah penduduk. Wikipedia menyebut, umumnya sebuah hamlet di mancanegara dihuni kurang dari 100 orang. Di Kanada, antara 100 sampai 200 orang. Sedangkan di tempat saya, yakni Dusun Seneng 1, makhluknya yang dari kalangan manusia saja bisa mencapai lebih dari 1.400 nyawa.

Belum lagi kalau tuyul dan genderuwo juga ikut didata… Hahaha!

Ya sudah, daripada ngoyoworo, demikian dulu saja pelajaran dari saya selaku Ketua RT 4 RW 1 Dusun Seneng 1 Banyurojo Mertoyudan Magelang.

Semoga kurang bermanfaat! Keep the spirit of learning English, yak!***[magelang.images@gmail.com]

2 responses to “Being a Ketua RT Means Dedicating Yourself to Serving Your Neighbors

  1. setahu saya, “kampung” tetap banyak dipertahankan di daerah2 di luar Jawa. tapi di luar Jawa, kampung setara dg desa (setingkat lebih besar ketimbang dusun). kampung juga banyak dipakai di perkotaan di Jawa. dan kampung di Jawa banyak yg berada dibawah kelurahan, yg artinya setara dg dusun. begitu mas yg saya tahu… oh iya, kampong memang Englishnya kampung. dan sarong pun Englishnya sarung.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s